Pemanfaatan Kandungan Rumput Laut di Berbagai Industri

Foto: Biopac

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan. Salah satu sumber daya alam terbesar yang kita miliki adalah rumput laut. Penggunaan rumput laut mulai meningkat, terbukti dengan banyaknya industri yang menggunakan kandungan rumput laut. Kandungan rumput laut yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Agar

Agar dihasilkan dari rumput laut kelas Rhodophyceae. Ini banyak digunakan sebagai pengemulsi dan penstabil untuk produk makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, pakan ternak, keramik, cat, tekstil, dan kertas untuk membentuk lapisan gel atau film.

  1. Pikokoloid

Pikokoloid adalah polisakarida yang diekstrak dari rumput laut spesies alga merah. Pikokoloids juga dapat berbentuk gel untuk digunakan sebagai pengental dan penstabil, terutama pada industri makanan, seperti susu, roti, kue, selai, dan pengalengan ikan. Sedangkan untuk industri farmasi, seperti salep dan tablet.

  1. Karagenan

Karagenan sering digunakan dalam industri farmasi sebagai pengemulsi minyak hati, larutan granulasi, dan pengikat tablet dan sirup. Selain itu, juga digunakan dalam industri kosmetik sebagai stabilizer, suspensi, dan pelarut untuk salep, lotion, pasta gigi, tonik rambut, dan sabun.

Kandungan dalam rumput laut memiliki bahan baku yang menjadi pemersatu. Maka Biopac pun memanfaatkan potensi rumput laut dalam membuat kemasan pengganti plastik untuk menyatukan dukungan masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

 

Sumber: Suparmi, S., & Sahri, A. (2009). Mengenal potensi rumput laut: kajian pemanfaatan sumber daya rumput laut dari aspek industri dan kesehatan. Majalah Ilmiah Sultan Agung, 44(118), 95-116.

 

Menu